BLANTERORIONv101

Memaknai Kembali Pancasila Sebagai Dasar Negara

31 Mei 2026
pixabay.com


Setiap tanggal 1 Juni senantiasa kita memperingati sebagai hari lahirnya pancasila dalam sejarah Indonesia. Lahirnya pancasila bukanlah proses yang pendek dan mudah, melainkan suatu perumusan yang begitu panjang dan penuh dinamika.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang mana segala arah perilaku baik dari sektor pemerintahan hingga ke bawah hendaknya berpijak pada pancasila. Hal ini menunjukkan pancasila juga sebagai identitas negara Indonesia dan merupakan suatu hal yang absolut sebab mencerminkan konteks ke indonesiaan.

Di momen hari lahir pancasila hendaknya kita jadikan momen untuk menghayati kembali apakah perilaku kita atau seluruh elemen yang ada di masyarakat sudah berpijak pada nilai nilai pancasila. Akan sangat disayangkan jika peringatan ini hanya dimaknai sebagai seremonial saja tanpa adanya evaluasi dan penghayatan

 Kembali Memaknai Pancasila Sebagai Dasar Negara


1. Ketuhanan yang maha esa

Indonesia merupakan negara yang berlandaskan nilai nilai ketuhanan. Dari sila ini kita bisa menghayati bahwa Indonesia mengakui enam agama di antaranya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Dari sila pertama ini hendaknya kita senantiasa saling menghormati antar agama dan keyakinan yang diakui serta menjaga kerukunan dengan tidak egois dalam menjalankan perintah agamanya. Perlu digarisbawahi bahwasanya Indonesia bukan negara agama yang hanya konsen pada satu agama untuk dijadikan dasar hukum.

2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab

Dari adanya sila ini menunjukkan bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan. Perilaku adil akan membuat kita terhindar dari segala bentuk disintegrasi atau perpecahan. Sila ini hendaknya kita jadikan pijakan untuk saling menolong atau membantu tanpa melihat suku, agama, budaya, ras, dll.

Adil dan beradab dalam hal ini adalah setiap orang memiliki hak dan kewajibanya masing masing. Ketika kita memiliki hak untuk berbicara maka kita memiliki kewajiban untuk membiarkan orang berbicara juga, jika kita memiliki hak rasa aman di sekitar kita rumah kita maka kita juga memiliki kewajiban untuk tidak berbuat onar di sekitar kita.

3.  Persatuan Indonesia

Seperti yang diketahui Indonesia sendiri memiliki berbagai macam suku, agama, ras, budaya, bahasa, dsb. Dengan adanya sila ini mampu mempersatukan kita menjadi satu identitas yang sama yaitu bangsa Indonesia tanpa harus menghilangkan budaya kita. Suku jawa, suku sunda, suku dayak, agama islam, agama kristen, agama hindu, dsb. Meskipun berbeda, selama kita hidup di tanah air Indonesia maka kita adalah bangsa Indonesia tanpa menghilangkan apa yang kita yakini. Hal ini akan menjadi kekuatan bagi kita sehingga tidak mudah untuk terpecah belah oleh propaganda propaganda yang ingin menghancurkan bangsa.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Dalam sistem kenegearaan Indonesia merupakan negara demokrasi yang menunjukkan bahwa kekuasaan tertinggi ada pada tangan rakyat. Maka hendaknya dalam segala kebijakan yang menyangkut kehidupan rakyat harusnya didasarkan pada permusyawaratan hingga mencapai hasil yang mufakat dan memberikan manfaat. Dengan adanya sila ke empat ini juga sebagai kontrol atas pemerintah agar tidak sewenang - wenang dalam menjalankan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri atau kelompoknya

 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Setiap rakyat Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan keadilan tanpa memandang kelompok tertentu. Maka hendaknya pemerintah dalam membuat suatu kebijakan harus diorientasikan atau ditujukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Sila ini hendaknya juga menjadi kontrol atas segala kebijakan pemerintah jika tidak berasaskan kesejahteraan rakyat tapi kelompok atau dirinya sendiri.


Hari kesaktian pancasila harunsya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan atau seremonial, namun sesuatu yang lebih fundamental. Memperingati tanpa tahu arti dari apa yang kita peringati sama saja seperti tepuk tangan tanpa sebuah alasan. Memahami kembali makna dan arti dari pancasila akan melengkapi keutuhan dari kesaktian hari lahir pancasila

"Pancasila jangan hanya sekadar dijadikan 'lip service' (pujian atau kesetiaan di mulut saja). Komitmen terhadap Pancasila haruslah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh." Mohammad Hatta (Bapak Koperasi & Wakil Presiden Pertama)


Komentar