BLANTERORIONv101

Mampu Membaca Namun Tidak Paham Dengan Apa Yang Mereka Baca

19 April 2026

 


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu’ti mengatakan bahwa kondisi kemampuan masyarakat Indonesia dalam memahami apa yang mereka baca begitu memprihatinkan. Dia mengatakan sebanyak 75 persen anak usia 15 tahun memiliki kemampuan membaca tetapi tak memahami apa yang mereka baca.

Bahkan dia menjelaskan dalam sambutanya di Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di PPSDM Kemendikdasmen Depok, “Kemampuan membacanya di bawah standar PISA ( Programme for Internasional Student Assesment ) level 2, yang artinya mereka kesulitan memahami gagasan utama dari sebuah teks panjang.

Hasil survei dari Programme for Internasional Student Assesment ( PISA ) yang dilakukan oleh OCED beberapa kali menunjukkan hasil Indonesia berada di posisi bawah dalam hal kemampuan membaca, matematika dan sains. Hal ini menunjukkan mayoritas siswa masih berada di bawah standar kompetensi minimum global, tentu ini hal yang memprihatinkan.

   Sumber : GoodStats.id

Banyak siswa pada akhirnya belum mampu untuk memahami masalah sederhana bahkan logika untuk menyelesaikannya. Artinya mereka mampu untuk mengingat namun kesulitan untuk menghubungkan atau menerapkan pengetahuan yang mereka ingat di kehidupan nyata.

Fakta di lapangan menunjuk bahwa metode pembelajaran pendidikan di Indonesia masih berbasis hafalan. Siswa diminta untuk menghafal definisi, rumus, dan jawaban dari soal terpaku pada teks di dalam buku. Dampaknya mereka hanya sekedar tahu tapi tidak memahami betul secara mendasar tentang pengetahuan yang mereka dapat dan hanya dihafal untuk mendapat nilai ujian lalu dilupakan.

Jika merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Benjamin Samuel Bloom yaitu konsep Taksonomi Bloom yaitu memberikan hierarki proses berpikir  dalam pembelajaran. Terdapat enam tingkatan dalam ranah kognitif yaitu : 1. Mengingat 2. Memahami  3. Menerapkan 4. Menganalisis 5. Mengevaluasi 6. Menciptakan

Sedangkan konteks Indonesia pada saat ini masih dalam tingkat satu yaitu mengingat. Hal ini penting untuk diperhatikan sebagai data untuk evaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita ini. Dari pendidikanlah tercipta generasi generasi yang mampu untuk mengerahkan segala potensi dalam dirinya, tidak hanya tahu dan ingat tapi paham hingga mampu untuk menciptakan suatu perubahan.

“Fungsi pendidikan adalah untuk mengajarkan seseorang berpikir secara intensif dan kritis. Kecerdasan ditambah karakter – itulah tujuan pendidikan sejati.” Martin Luther King Jr.


1 komentar

  1. Alya Shafira
    Alya Shafira 18 April 2026 pukul 22.02

    Setujuuu sekaliii. Bahwa pendidikan bukan hanya tentang menghapal saja tetapi perlu ada pemahaman yang mendalam. Lewat pemahaman itulah seseorang bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk pemecahan masalah. Maka disitulah fungsi ilmu sebenarnya

    Reply