BLANTERORIONv101

Sejarah Hari Buku Dunia ( World Book Day )

25 April 2026

World Book Day atau yang bisa kita kenal sebagai Hari Buku Sedunia adalah sebuah refleksi tahunan yang diperingati setiap 23 April. Perayaan ini pertama kali secara resmi dicetuskan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( UNESCO ) sebagai refleksi dunia untuk buku dan membaca.

Perayaan ini awalnya adalah tradisi di kota Catalonia, Spanyol yang dijuluki La Diada de Sant Jordi ( Hari St. George ) yang dirayakan setiap 23 April. Para masyarakat Catalonia pada hari itu saling memberikan buku dan bunga mawar sebagai simbol menghargai pengetahuan dan kasih sayang.

Peringatan ini juga dilatarbelakangi oleh seorang penulis asal spanyol pada abad ke-20 bernama Vicente Clavel Andrés memberikan penghormatan kepada penulis besar seperti Miguel de Cer-vantes, William Shakespeare, Inca Garcilaso d ela Vega, yang meninggal tepat pada 23 April.

Sehingga tujuan dari Hari Buku Sedunia ini adalah :

1. Menghargai buku dan penulis di seluruh dunia atas kontribusinya memberikan ilmu pengetahuan.

2. Mendorong agar masyarakat memiliki kebiasaan atau gemar untuk membaca.

3. Memberikan kesadaran akan seberapa pentingnya perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual

Berkaca pada kondisi Indonesia saat ini

Jika kita melihat konteks Indonesia pada saat ini menurut UNESCO Indonesia hanya mencapai 0,001% mengenai tingkat baca di masyarakat. Artinya di antara 1.000 orang, hanya 1 orang saja yang memiliki kegemaran dalam membaca. Bahkan jika disandingkan dengan negara Asia Tenggara yang lain, Indonesia berada di peringkat ke-5.

Tingkat Literasi Penduduk di Asia Tenggara : googstats.id


Data dari Goodstats.id yang menghimpun dari Seasia, Indonesia masih di bawah  negara Asia Tenggara yang lain dengan skor 96,53 seperti, Brunei, Vietnam, Singapura, dan Filipina pada tahun 2023

Faktor yang menyebabkan

Menurut Witanto dalam jurnalnya menyatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan minimnya tingkat literasi di Indonesia, seperti

1. Berkembangnya sebuah teknologi informasi menyebabkan kurangnya minat masyarakat terhadap aktivitas membaca buku, seperti televisi ataupun radio

2. Berkembangnya handphone dan internet menyebabkan kurangnya minat manusia terhadap buku.

3. Banyaknya keluarga yang belum menanamkan kebiasaan wajib membaca

4. Teterjangkauan daya beli masyarakat terhadap buku.

Nilai penting membaca

Menurut  Elvi Susanti dalam bukunya berjudul Ketrampilan Membaca, bahwa membaca memiliki banyak manfaat dalam diri kita.

1. Merangsang sel sel otak

Saat membaca otak kita akan memproses melalaui isi yang ada di dalam buku lalu diolah oleh otak kita. Sehingga otak menjadi terangsang dan terbiasa untuk berpikir

2. Menumbuhkan Daya Cipta

Ketika membaca akhirnya mengembangkan pemahaman, sudut pandang, yang membuat kita memunculkan dorongan untuk menciptakan inovasi

3. Meningkatkan perbendaharaan kata

Dari tulisanlah akhirnya banyak ditemukan kata kata atau diksi sehingga memperkaya kosa kata kita dalam berbicara ataupun menulis

Sehingga pentingnya semua elemen di masyarakat bersama sama untuk meningkatkan budaya literasi di negara kita. Tidak hanya peran pemerintah atau pendidikan saja, tapi dimulai dari keluarga, masyarakat, hingga komunitas.

Membaca ialah upaya merengkuh makna, ikhtiar untuk memahami alam semesta. Itulah mengapa buku disebut jendela dunia, yang merangsang pikiran agar terus terbuka- Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia

 

 

 

 

Komentar